Minggu, 16 Agustus 2009

laGu2 cInta^^

aRti sEbuaH cInta

Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabbnya.

Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad berfirman:I. Allah r
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)
Rasulullah mengatakan: ‘Hampir-hampirz dalam haditsnya dari shahabat Tsauban r orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah berkata: ‘Bahkan kalianrkita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’rwahai Rasulullah?’ Rasulullah (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah Imenjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”

Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)

Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikkan.

bUku-bUku barU tenTang ciNta


Sinopsis Buku:
25 kisah cinta sejati ini adalah kumpuln cerita yang jenaka, menyentuh reflektif, dibeberapa bagian kadang menjijikan. Tapi itulah manifestasi dari cinta. Sesuatu yang sangat sehari-hari dan tak dibuat-buat jujur naruliah natural dan mengelitik tidak semua indah dan menyenangkan sebab ini sekumpulan true storie. Bukan dingeng. Tetapi cinta memang bukan dongeng. Para perempuan bukan pureri tidur yang menanti ciuman dan para lelaki bukan dengan kuda putih bersurai emas. Satu hal kisah
kisah. kisah jujur dalam buku ini membuat kita tersenyum damn berkata : "aku tahu rasanya aku pernah melewatinya".


Sinopsis Buku:
*Pemenang PULITZER PRIZE*

Dalam kumpulan cerpen ini, secara cerdas dan lugas Jhumpa Lahiri menggambarkan berbagai detail kehidupan orang India, sekaligus secara universal membahas tema-tema tentang perasaan kesepian dan terasing.Sembilan cerita dalam kumpulan ini disampaikan secara sederhana, namun sangat menggugah.Dalam Masalah Sementara, ada pasangan muda yang akhirnya berhasil membuka diri pada satu sama lain gara-gara rumah mereka mati lampu.Dalam Seksi, ada wanita bernama Miranda yang jatuh cinta pada pria India yang sudah beristri.

Benua Ketiga dan Terakhir, mengisahkan persahabatan antara pria imigran India dengan wanita Amerika berumur lebih dari 100 tahun, pemilik rumah tempat ia menyewa kamar.Juga ada kisah yang sangat menyentuh tentang Mr. Kapasi, sopir mobil sewaan yang sederhana dan bijaksana, dalam Penerjemah Luka, yang dijadikan judul utama kumpulan cerpen ini.

BUKU-BUKU LAINNYA :
They Say I'm a Monkey
Sinopsis Buku:
They Say I'm a Monkey is a collection of short-stories from the young Indonesian writer Djenar Maesa Ayu. In the eleven stories, Djenar turns footnotes of urban Jakarta life, and the inner lives of the city's inhabitants, into stories that keep in their narratives both the magic and the realism of the place. Stories that will crawl out from the margins into the centre of your conscience.

When They Say I'm a Monkey first appeared in Bahasa Indonesia in 2002, it shocked readers with its liberal use of sex, both as a central theme in many of the stories and as the template for Djenar imageries. They Say I'm a Monkey is Djenar's first book translated into English and Metafor's first edition in our new Modern Indonesian Writers Series.

REVIEWS from The Jakarta Post, 16 October 2005 Djenar Maesa Ayu debuted on the literary scene with a bang in 2002 with her short story anthology, Mereka Bilang, Saya Monyet!, featuring 11 narratives of life in Jakarta spun around themes and imagery derived from sex and sexuality. T

he anthology, which was shortlisted for the Khatulistiwa Literary Award 2003, has been reprinted eight times to date, and is now aailable in an English-language version from Metafor Publishing.

Translated by Michael Nieto Garcia of Cornell University, New York, They Say I'm a Monkey was unveiled on Oct. 10 during the recently concluded Ubud literary festival in a double-launch with Nayla (Gramedia Pustaka Utama, May 2005), Djenar's first novel. They Say I'm a Monkey is the first work by the author to be translated into English.

Kekasih Marionette dan 12 Kisah Lainnya

Sinopsis Buku:
Cerita-cerita dalam buku ini memiliki rasa seperti dongeng sebelum tidur. Ada kisah tentang perempuan yang mencintai seorang lelaki dari dunia berbeda, penari yang berubah menjadi marionette (boneka kayu), gamelan yang menyimpan banyak kenangan atas seorang ibu, dan kisah rumah hujan yang penuh keajaiban.

Mengambil gaya penuturan surealis, Dewi Ria Utari melibatkan juga idiom-idiom dari dunia tari, yang kerap menjadi sumber inspirasinya dalam menulis. Ilustrasi karya Lambok Hutabarat yang berkarakter kuat pun turut mempercantik buku ini.
DAN BANYAK BUKU YANG BERTEMA CERITA CINTA LAINNYA.




Senin, 12 Januari 2009

always with you..

i do everything that made all people happy...